Example floating
Example floating
Jambi

Ekonomi Jambi Tumbuh 4,33 Persen, Bank Jambi Didorong Perkuat Pembiayaan Inklusif

×

Ekonomi Jambi Tumbuh 4,33 Persen, Bank Jambi Didorong Perkuat Pembiayaan Inklusif

Sebarkan artikel ini

Kabar Jambi Update – Bank Jambi dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi melalui penguatan pembiayaan yang inklusif dan produktif.

Peran tersebut dinilai semakin penting setelah perekonomian Jambi pada triwulan I 2026 tercatat tumbuh sebesar 4,33 persen secara tahunan. Pertumbuhan ekonomi itu perlu didukung ekosistem pembiayaan yang mampu memperkuat aktivitas usaha sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sumber modal.

Pengamat perbankan Laila Farhat, S.E., M.M. mengatakan, makna kemerdekaan dalam perspektif ekonomi tidak hanya berkaitan dengan terbebas dari penjajahan, tetapi juga mengenai kesempatan masyarakat untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan akses pembiayaan yang mudah, tepat sasaran dan sesuai kemampuan agar dapat mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan serta membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Jambi dinilai memiliki posisi penting karena fungsi perbankan tidak berhenti pada penghimpunan dana masyarakat. Dana tersebut juga perlu disalurkan kembali kepada sektor-sektor produktif yang memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah.

Pembiayaan Sektor Produktif Perlu Diperkuat

Laila mendorong Bank Jambi untuk terus memperkuat pembiayaan kepada sektor yang memiliki basis masyarakat luas, seperti usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pertanian, perkebunan, perdagangan, jasa serta berbagai kegiatan usaha produktif lainnya.

Pembiayaan yang tepat dinilai dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan dan menciptakan perputaran ekonomi di berbagai wilayah Jambi.

Dengan demikian, keberadaan Bank Jambi tidak hanya menjadi bagian dari sistem keuangan daerah, tetapi juga dapat berfungsi sebagai salah satu penggerak pembangunan ekonomi masyarakat.

“Bank Jambi perlu terus memperkuat peran sebagai bagian dari ekosistem pembangunan ekonomi daerah melalui pembiayaan yang produktif dan inklusif,” demikian pandangan Laila dalam pemberitaan tersebut.

Kebutuhan Pembiayaan Produktif Masih Besar

Besarnya kebutuhan pembiayaan produktif di Jambi juga tercermin dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga Mei 2026, penyaluran KUR di Provinsi Jambi tercatat mencapai Rp3,42 triliun kepada 35.744 debitur. Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang memberikan kontribusi dominan dalam penyaluran tersebut.

Data tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan untuk kegiatan produktif masih cukup besar. Kondisi ini sekaligus membuka peluang bagi Bank Jambi untuk meningkatkan kontribusinya melalui produk pembiayaan yang kompetitif dan tepat sasaran.

Namun, peningkatan penyaluran pembiayaan tetap perlu mempertimbangkan kemampuan debitur agar pertumbuhan kredit dapat berlangsung sehat.

Digitalisasi dan Literasi Keuangan

Selain memperluas pembiayaan, transformasi digital dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk memperluas akses layanan perbankan.

Digitalisasi dapat memudahkan masyarakat melakukan berbagai aktivitas keuangan sekaligus membuka peluang bagi Bank Jambi untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan.

Laila juga menilai peningkatan kualitas pembiayaan UMKM dan penguatan literasi keuangan perlu berjalan beriringan dengan digitalisasi.

Masyarakat tidak hanya diharapkan menjadi pengguna produk perbankan, tetapi juga mampu mengelola keuangan, mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Tetap Utamakan Prinsip Kehati-hatian

Di tengah dorongan untuk meningkatkan pembiayaan, Bank Jambi tetap perlu menjaga prinsip kehati-hatian.

Laila mengingatkan agar ekspansi pembiayaan tidak dilakukan dengan mengorbankan kesehatan dan keberlanjutan bank. Pertumbuhan kredit harus berjalan seiring dengan kualitas aset, manajemen risiko, tata kelola perusahaan, efisiensi operasional serta kemampuan melakukan pemulihan kredit.

Bank yang sehat, efisien, memiliki tata kelola yang baik dan mendapatkan kepercayaan masyarakat akan lebih mampu menjalankan fungsi intermediasi secara berkelanjutan.

Karena itu, pertumbuhan bisnis tidak semata-mata harus mengejar peningkatan angka kredit, tetapi juga memastikan pembiayaan yang disalurkan benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat ekonomi.

Ukuran Keberhasilan Bukan Hanya Laba

Laila menilai keberhasilan Bank Jambi tidak seharusnya hanya diukur dari pertumbuhan aset, laba maupun perkembangan bisnis dari tahun ke tahun.

Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana keberadaan Bank Jambi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui akses pembiayaan dan layanan keuangan.

Semakin mudah masyarakat mendapatkan modal, mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas dan membangun kemandirian ekonomi, maka semakin besar pula kontribusi perbankan daerah terhadap pembangunan.

Dalam konteks tersebut, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kerja ekonomi yang berkelanjutan, antara lain dengan memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan, memperkuat digitalisasi serta menjaga kualitas dan kesehatan bisnis perbankan.

Sebagai BPD, Bank Jambi diharapkan terus menjadi mitra strategis pembangunan daerah sekaligus memperkuat fungsi intermediasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi Jambi sebesar 4,33 persen perlu diikuti dengan semakin luasnya kesempatan masyarakat untuk memperoleh pembiayaan dan mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. Dengan dukungan perbankan yang sehat dan inklusif, pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat Jambi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *