Example floating
Example floating
Slider Auto Responsive
Internasional

7 Hari Menjelang Usia 39 Tahun, Messi Cetak Hattrick Pertama dan Top Skor Sementara di Piala Dunia FIFA 2026

×

7 Hari Menjelang Usia 39 Tahun, Messi Cetak Hattrick Pertama dan Top Skor Sementara di Piala Dunia FIFA 2026

Sebarkan artikel ini

Kabar Jambi Update – Lionel Messi kembali membuktikan bahwa dirinya belum habis. Di saat banyak pemain seusianya telah gantung sepatu atau memilih bermain jauh dari sorotan, kapten Timnas Argentina itu justru tampil luar biasa pada laga pembuka Piala Dunia FIFA 2026.

Tujuh hari menjelang ulang tahunnya yang ke-39 pada 24 Juni mendatang, Messi mencetak hattrick pertama sepanjang kariernya di ajang Piala Dunia dan membawa Argentina mengalahkan Aljazair dengan skor meyakinkan 3-0 pada pertandingan Grup J yang berlangsung di Kansas City Stadium, Amerika Serikat.

Penampilan gemilang tersebut tidak hanya mengantarkan Argentina meraih tiga poin penting dalam misi mempertahankan gelar juara dunia, tetapi juga membuat Messi langsung memimpin daftar pencetak gol sementara Piala Dunia 2026 dengan koleksi tiga gol.

Usia Boleh Bertambah, Magis Messi Tak Pernah Pudar

Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi turnamen terakhir Messi bersama Timnas Argentina. Pemain yang akan berusia 39 tahun itu datang ke Amerika Utara dengan status legenda hidup sepak bola setelah mempersembahkan trofi Piala Dunia 2022 di Qatar.

Namun, alih-alih tampil sebagai pemain senior yang sekadar melengkapi skuad, Messi justru menjadi pusat permainan Argentina. Sejak menit awal, pergerakannya terus merepotkan pertahanan Aljazair.

Gol pembuka lahir pada menit ke-17. Berawal dari serangan cepat Argentina, Messi menerima bola di area tengah lapangan sebelum menggiringnya beberapa meter dan melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke pojok atas gawang yang dijaga Luca Zidane dan membuat stadion bergemuruh.

Banyak pengamat bahkan menyebut gol tersebut sebagai salah satu gol terbaik yang tercipta sejauh ini di Piala Dunia 2026.

Hattrick Pertama di Piala Dunia 2026

Setelah membawa Argentina unggul 1-0 di babak pertama, Messi kembali mencatatkan namanya di papan skor pada babak kedua. Gol kedua lahir dari insting predatornya saat memanfaatkan kelengahan lini belakang Aljazair di depan gawang.

Belum puas dengan dua gol, Messi menutup malam sempurnanya melalui gol ketiga pada menit ke-76. Ia menyelesaikan sebuah kombinasi serangan cepat Argentina yang mengingatkan banyak orang pada masa keemasannya bersama Barcelona. Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan 3-0 bagi Albiceleste.

Ketika peluit panjang dibunyikan, puluhan ribu pendukung Argentina yang memadati stadion memberikan tepuk tangan meriah kepada sang kapten yang sekali lagi menunjukkan kelasnya di panggung terbesar sepak bola dunia.

Laga Bersejarah ke-200 Bersama Argentina

Pertandingan melawan Aljazair juga memiliki makna khusus bagi Messi. Laga tersebut menjadi penampilan ke-200 dirinya bersama Tim Nasional Argentina.

Dengan capaian tersebut, Messi masuk ke dalam kelompok elite pemain dunia yang mampu mencapai 200 pertandingan internasional. Sebuah pencapaian yang semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang sejarah sepak bola.

Menariknya, momen bersejarah itu dirayakan dengan cara yang sangat khas: mencetak tiga gol dan membawa negaranya meraih kemenangan.

Tidak banyak pemain yang mampu menggabungkan rekor individu dan performa gemilang dalam satu pertandingan sebesar Piala Dunia. Messi berhasil melakukannya di usia yang hampir menyentuh kepala empat.

Memimpin Perburuan Sepatu Emas

Tiga gol ke gawang Aljazair membuat Messi langsung melesat ke puncak daftar pencetak gol sementara Piala Dunia FIFA 2026.

Persaingan perebutan Sepatu Emas diprediksi akan berlangsung sengit. Kylian Mbappe membuka turnamen dengan dua gol saat membawa Prancis mengalahkan Senegal, sementara Erling Haaland juga menunjukkan ketajamannya bersama Norwegia.

Namun untuk sementara, Messi unggul berkat hattrick yang dicetaknya pada laga pertama.

Menariknya, penghargaan Golden Boot merupakan salah satu gelar individu yang belum pernah diraih Messi sepanjang kariernya di Piala Dunia. FIFA bahkan memasukkan nama Messi sebagai salah satu kandidat kuat peraih penghargaan tersebut sebelum turnamen dimulai.

Jika mampu mempertahankan konsistensinya hingga fase gugur, bukan tidak mungkin pemain Inter Miami tersebut akan menambah koleksi prestisius dalam lemari penghargaan pribadinya.

Mengejar Rekor Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Selain memimpin daftar top skor sementara, Messi juga semakin dekat dengan sejarah besar lainnya.

Gol-gol yang dicetak ke gawang Aljazair membuat koleksi gol Messi di putaran final Piala Dunia terus bertambah dan menempatkannya sejajar dengan para legenda terbesar yang pernah tampil di turnamen tersebut.

Sejak menjalani debut Piala Dunia pada 2006 hingga kini tampil di edisi keenamnya, Messi terus menorehkan rekor demi rekor. Ia juga menjadi salah satu dari sedikit pemain yang mampu mencetak gol di lima edisi Piala Dunia berbeda.

Dengan usia yang tak lagi muda, banyak yang mengira perjalanan Messi di level tertinggi sudah mendekati akhir. Namun apa yang ditunjukkannya saat menghadapi Aljazair membuktikan sebaliknya.

Misi Argentina Pertahankan Gelar Dimulai Sempurna

Kemenangan atas Aljazair menjadi modal berharga bagi Argentina dalam upaya mempertahankan trofi yang mereka raih di Qatar 2022.

Tim asuhan Lionel Scaloni tampil dominan sepanjang pertandingan. Lini tengah yang dikomandoi Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, dan Enzo Fernandez mampu mengontrol permainan, sementara lini belakang tampil solid meredam serangan lawan.

Namun di atas semua itu, sorotan tetap tertuju kepada Lionel Messi.

Di usia 38 tahun, tujuh hari sebelum genap berumur 39 tahun, ia masih mampu menjadi pemain terbaik di lapangan dan menentukan hasil pertandingan seorang diri. Hattrick pertamanya di Piala Dunia menjadi bukti bahwa magis La Pulga belum hilang.

Jika ini benar-benar menjadi Piala Dunia terakhirnya, maka Messi tampaknya ingin menutup karier internasionalnya dengan cara yang paling indah: terus mencetak sejarah dan membawa Argentina kembali bermimpi mempertahankan mahkota juara dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *