Kabar Jambi Update – Bank 9 Jambi dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga dan memperkuat kemandirian ekonomi Provinsi Jambi. Sebagai lembaga keuangan yang lahir dan tumbuh di daerah, Bank Jambi tidak hanya menjalankan fungsi perbankan, tetapi juga memiliki peran dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan Pengamat Kebijakan Publik dan Digital, Martayadi Tajuddin. Menurutnya, keberadaan bank milik daerah menjadi penting di tengah persaingan dengan perbankan nasional maupun lembaga keuangan besar yang berasal dari luar Jambi.
Martayadi menilai Bank 9 Jambi telah menjadi bagian dari perjalanan ekonomi daerah selama puluhan tahun. Perannya mencakup pembiayaan bagi masyarakat, dukungan terhadap pelaku UMKM dan petani, hingga berbagai layanan keuangan bagi pemerintah daerah dan aparatur sipil negara.
“Bank 9 Jambi” dipandang bukan sekadar institusi bisnis, tetapi juga instrumen yang dapat membantu memastikan perputaran dana tetap memberikan manfaat bagi perekonomian lokal.
Menurut Martayadi, semakin kuat Bank Jambi, semakin besar pula peluang daerah untuk mengoptimalkan sumber daya ekonominya sendiri. Sebaliknya, apabila lembaga keuangan daerah tidak mampu berkembang dan bersaing, maka potensi ekonomi lokal akan menghadapi tantangan yang lebih besar.
Tiga Hal yang Perlu Diperkuat
Martayadi menyebut terdapat sejumlah langkah yang perlu dilakukan untuk memperkuat posisi Bank 9 Jambi.
Pertama, dukungan kebijakan dari pemerintah daerah. Sebagai pemegang saham, Pemerintah Provinsi Jambi dinilai perlu terus memperkuat permodalan Bank Jambi serta membuka ruang agar bank tersebut dapat berperan lebih besar dalam pembiayaan proyek-proyek strategis daerah.
Penguatan tersebut diharapkan dapat membuat Bank Jambi semakin mampu menjalankan fungsi intermediasi, termasuk menyalurkan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif yang memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kedua, dukungan dari masyarakat juga dinilai penting. Masyarakat Jambi memiliki peran dalam memperkuat bank daerah melalui penggunaan berbagai produk dan layanan perbankan yang tersedia.
Mulai dari menabung, melakukan transaksi, hingga memanfaatkan fasilitas kredit, aktivitas tersebut pada akhirnya dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah.
Ketiga, pengawasan terhadap tata kelola Bank Jambi harus tetap diperkuat. Rasa memiliki terhadap bank daerah, menurut Martayadi, tidak boleh menghilangkan sikap kritis masyarakat.
Tata kelola yang bersih, pelayanan yang baik, keamanan sistem digital, serta inovasi layanan harus menjadi perhatian bersama. Kritik dan pengawasan publik diperlukan agar Bank Jambi dapat berkembang secara profesional dan dipercaya masyarakat.
Digitalisasi dan UMKM Jadi Perhatian
Di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergeser ke layanan digital, transformasi teknologi juga menjadi salah satu faktor penting bagi masa depan Bank 9 Jambi.
Martayadi menilai percepatan digitalisasi layanan, perluasan jangkauan hingga wilayah pedesaan, serta inovasi produk untuk UMKM menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing bank daerah.
Langkah tersebut penting karena masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan keamanan dalam menyimpan dana, tetapi juga menginginkan layanan yang cepat, mudah dan dapat diakses melalui berbagai perangkat digital.
Sementara itu, sektor UMKM membutuhkan akses pembiayaan yang sesuai dengan karakteristik usaha mereka. Bank daerah memiliki peluang untuk mengambil peran lebih besar karena dinilai memiliki pemahaman terhadap kondisi ekonomi dan karakter masyarakat di wilayah operasionalnya.
Bank Daerah Bukan Pilihan Kedua
Martayadi juga mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap bank pembangunan daerah. Menurutnya, bank daerah tidak semestinya diposisikan sebagai alternatif atau “bank nomor dua”.
Bank daerah justru dapat menjadi salah satu instrumen strategis untuk membangun ekonomi dari daerah sendiri.
Gagasan tersebut sejalan dengan pandangan bahwa lembaga keuangan lokal memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar tempat menyimpan uang. Bank dapat menjadi penghubung antara dana masyarakat dengan kegiatan ekonomi produktif, termasuk sektor UMKM, pertanian, perdagangan dan pembangunan daerah.
Karena itu, penguatan Bank 9 Jambi tidak hanya menjadi tanggung jawab manajemen. Pemerintah sebagai pemegang saham, masyarakat sebagai nasabah, serta seluruh pemangku kepentingan memiliki peran dalam memastikan bank daerah tersebut tumbuh sehat dan profesional.
Pada akhirnya, keberadaan Bank 9 Jambi dipandang sebagai bagian penting dari upaya membangun ekonomi Jambi yang lebih mandiri. Bank yang kuat, tata kelola yang baik, pelayanan yang semakin modern, serta dukungan masyarakat menjadi faktor penting agar manfaat ekonomi dapat terus berputar di daerah.
Dengan demikian, Bank 9 Jambi bukan hanya berbicara mengenai aktivitas perbankan, tetapi juga mengenai bagaimana Jambi membangun kekuatan ekonominya sendiri dan memastikan lembaga keuangan daerah tetap mampu menjadi bagian dari pembangunan untuk masyarakat Jambi.













