Kabar Jambi Update – Sebanyak hampir 60 jurnalis dan perwakilan media massa di Provinsi Jambi mengikuti Media Field Trip Forum Jurnalis Migas (FJM) Provinsi Jambi Tahun 2026 yang digelar bersama SKK Migas dan KKKS Wilayah Jambi. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat sinergi antara industri hulu migas dan media dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Berlokasi di Fire Ground Zona 1, peserta diajak melihat secara langsung komitmen industri hulu migas dalam menerapkan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) melalui berbagai simulasi keselamatan kerja.

Pimpinan Pertamina EP Jambi Field, Alfian Mayando, dalam sambutannya menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam menjembatani informasi kepada publik mengenai kegiatan hulu migas.
“Kolaborasi antara SKK Migas, KKKS Wilayah Jambi, dan insan media sangat penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai komitmen perusahaan terhadap keselamatan kerja, penyelamatan, serta manfaat yang diberikan bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dukungan media serta masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas operasional industri hulu migas di Jambi.

Sementara itu, Ketua Forum Jurnalis Migas Provinsi Jambi, Mursyid Sonsang, mengajak seluruh jurnalis untuk terus menyajikan pemberitaan yang berimbang, profesional, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik. Ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan hukum bagi wartawan melalui perusahaan pers yang berbadan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Kurnia Ariwijayanti, menjelaskan bahwa industri hulu migas memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Menurutnya, kegiatan eksplorasi dan pengeboran yang dilakukan di tengah masyarakat bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya migas yang merupakan milik negara agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
“Kami membutuhkan dukungan media untuk menjelaskan kepada masyarakat mengapa kegiatan pengeboran dilakukan dan bagaimana proses tersebut memberikan manfaat bagi negara. Karena itu, sinergi dengan media menjadi sangat penting agar setiap kegiatan hulu migas dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat,” jelasnya.
Selain menerima pemaparan materi, peserta juga menyaksikan atraksi Fire Ground HSSE, yakni simulasi pemadaman kebakaran pada kobaran api yang dipicu oleh minyak. Demonstrasi tersebut memperlihatkan kemampuan dan kesiapsiagaan tim dalam menangani kondisi darurat di area operasional migas dengan standar keselamatan yang tinggi.
Media field trip kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke program budidaya ikan binaan Pertamina EP Jambi Field di Desa Kasang Lopak Alai. Program pemberdayaan masyarakat tersebut menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah sekitar operasi.
Melalui kegiatan ini, SKK Migas bersama KKKS Wilayah Jambi berharap hubungan yang telah terjalin dengan insan media semakin erat sehingga informasi mengenai industri hulu migas dapat tersampaikan secara objektif, berimbang, dan memberikan edukasi kepada masyarakat.













