Example floating
Example floating
Jambi

Pemkot Jambi Launching 20 Armada Pengangkut Sampah Berbasis Digital, Kapasitas 500 Ton per Hari

×

Pemkot Jambi Launching 20 Armada Pengangkut Sampah Berbasis Digital, Kapasitas 500 Ton per Hari

Sebarkan artikel ini

Kabar Jambi Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi resmi meluncurkan armada pengangkut sampah berbasis digital sebagai bagian dari transformasi tata kelola persampahan di Kota Jambi.

Peluncuran armada tersebut menjadi tindak lanjut percepatan program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang mengubah pola pengelolaan sampah dari sistem Tempat Penampungan Sementara (TPS) pinggir jalan menjadi pengangkutan langsung dari rumah warga.

Dalam skema OPBM, petugas menggunakan kendaraan bentor untuk mengambil sampah dari rumah ke rumah, kemudian membawanya ke transfer depo terdekat. Sampah selanjutnya dipilah sebelum diangkut menuju TPA Talang Gulo. Pemkot Jambi juga telah menutup sejumlah TPS liar maupun TPS di pinggir jalan, dengan target tidak ada lagi TPS di dalam wilayah kota.

Untuk mendukung sistem tersebut, Pemkot Jambi menyiapkan 20 unit armada pengangkut sampah berbasis digital. Armada ini memiliki kapasitas total hingga 500 ton sampah per hari dan direncanakan beroperasi secara keseluruhan pada akhir Mei 2026.

Armada tersebut akan melayani pengangkutan sampah dari tujuh transfer depo yang tersebar di Kota Jambi menuju TPA Talang Gulo.

Sementara itu, pengangkutan sampah dari rumah warga menuju transfer depo dilakukan melalui OPBM. Dalam pelaksanaannya, tarif pengangkutan bentor ditentukan berdasarkan kesepakatan masyarakat, bukan ditetapkan oleh Pemkot Jambi.

Pemkot Jambi menargetkan ke depan pengangkutan sampah tidak lagi membebani masyarakat dengan tarif apabila sistem pemilahan berjalan optimal. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomis diharapkan dapat memberikan manfaat kembali bagi pengelola maupun masyarakat.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi mewujudkan sistem persampahan yang lebih tertib, bersih dan terintegrasi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap TPS pinggir jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *